SIGI — Limbah organik rumah tangga yang selama ini identik dengan sampah dan persoalan lingkungan mulai diperkenalkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Tadulako mendorong masyarakat Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki potensi ekonomi.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Ekonomi dan Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tadulako tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di rumah Kepala Desa Sidera. Mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produk Eco-Enzyme, Minuman Herbal (APACE), dan Pupuk Organik dalam Mendukung Ekonomi Sirkular di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi,” kegiatan ini melibatkan 10 anggota PKK Desa Sidera bersama pemerintah desa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Tadulako dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dilakukan secara langsung di lingkungan rumah tangga.
Dari Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bermanfaat
Sisa sayuran dan kulit buah yang umumnya dibuang atau dibakar menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis dan dampak limbah organik, sekaligus diperkenalkan pada cara mengolahnya melalui proses fermentasi menjadi eco-enzyme dan produk minuman herbal APACE.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan edukasi, pre-test, pelatihan dan praktik, pendampingan, serta post-test. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pengolahan limbah organik.
Hasil praktik menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan eco-enzyme dan minuman herbal APACE secara mandiri. Sementara itu, praktik pembuatan pupuk organik akan dilanjutkan setelah proses pematangan eco-enzyme yang direncanakan pada Desember 2026.
Pemahaman Peserta Meningkat
Efektivitas kegiatan juga terlihat dari hasil evaluasi sebelum dan setelah pelatihan. Berdasarkan hasil post-test, tingkat pemahaman peserta meningkat dari 25,87 persen pada pre-test menjadi 92,80 persen pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 66,93 poin persentase.
Peningkatan tersebut terlihat pada sejumlah aspek. Pemahaman mengenai jenis dan dampak limbah organik meningkat dari 32,40 persen menjadi 94,60 persen. Sementara pemahaman mengenai eco-enzyme dan proses fermentasi meningkat dari 20,70 persen menjadi 92,10 persen.
Adapun pemahaman mengenai pengolahan limbah menjadi minuman herbal APACE dan pupuk organik meningkat dari 22,20 persen menjadi 91,70 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang disertai praktik dapat membantu peserta memahami sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Mendorong Ekonomi Sirkular di Tingkat Desa
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada persoalan pengurangan limbah, tetapi juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat. Melalui konsep tersebut, limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki kegunaan dan berpotensi dikembangkan secara ekonomi.
Potensi pengembangan juga didukung oleh keberadaan berbagai kelembagaan masyarakat di Desa Sidera, seperti PKK, kelompok tani atau Gapoktan, Karang Taruna, dan BUMDes. Ke depan, BUMDes dapat menjadi salah satu wadah yang berpotensi mendukung pengembangan dan pemasaran produk eco-enzyme, pupuk organik, maupun APACE yang dihasilkan masyarakat.
Kepala Desa Sidera turut hadir dalam kegiatan sebagai bentuk dukungan pemerintah desa. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa menyampaikan bahwa persoalan limbah organik rumah tangga telah menjadi perhatian masyarakat, namun sebelumnya belum terdapat solusi konkret yang dapat diterapkan secara langsung.
Bagi Universitas Tadulako, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa yang terlibat. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam proses pemberdayaan.
Langkah Awal Pemberdayaan Berkelanjutan
Pelaksanaan kegiatan di Desa Sidera diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan. Keberlanjutan pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga menjadi salah satu langkah penting agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan oleh masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah desa dan kelembagaan masyarakat, pengolahan limbah organik berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Tadulako turut mengambil bagian dalam memperkenalkan praktik ekonomi sirkular sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.***



