TEHA NEWS – PT. Trisula Bangkit Bersama bekerja sama dengan Direktorat Binmas Polda Sulawesi Tengah resmi membuka program Pelatihan Tenaga Pengamanan (Security) di Kabupaten Morowali.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Pelatihan tersebut difokuskan untuk menyiapkan tenaga pengamanan profesional yang akan ditempatkan di sejumlah perusahaan besar, dengan prioritas utama di lingkungan PT. Hengjaya Mineralindo.
Kehadiran program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja sektor industri, khususnya di wilayah lingkar tambang.
Manajemen PT. Hengjaya Mineralindo turut memberikan dukungan penuh dengan membuka kesempatan luas bagi putra-putri daerah untuk bergabung sebagai tenaga pengamanan.
Dengan adanya tenaga security yang terlatih dan bersertifikasi, diharapkan sistem keamanan serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area operasional perusahaan dapat semakin optimal.
Selain itu, pelatihan yang dilaksanakan di Morowali ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Peserta tidak lagi harus pergi jauh ke Kota Palu untuk mengikuti pendidikan serupa. Kini, akses terhadap pelatihan dan sertifikasi resmi dapat diperoleh lebih dekat, efisien, dan terjangkau.
Direktur Operasional PT. Trisula Bangkit Bersama, Jamrin T Andi Raga menegaskan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami hadir untuk membuka jalan bagi generasi muda, meningkatkan ekonomi keluarga, dan secara nyata membantu mengurangi angka pengangguran di daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian, khususnya Direktorat Binmas Polda Sulawesi Tengah, atas dukungan dan sinergi yang terjalin dalam pengembangan sektor pengamanan swasta.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memperoleh legalitas sebagai tenaga pengamanan, tetapi juga memastikan bahwa standar kompetensi dan profesionalisme tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap di dunia industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***




