TEHA NEWS – PT Hengjaya Mineralindo kembali meraih pengakuan atas upayanya dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan melalui penghargaan pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (IntechSEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Jakarta.
Dalam ajang tersebut, perusahaan berhasil meraih penghargaan Gold pada kategori Pendidikan dan Ekonomi Inklusif yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Hengjaya Mineralindo mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan, khususnya melalui Program MALEO (Makarti Jaya Lestari Olah Sampah) dan KUAS PESISIR (Kuatkan Upaya Pendidikan Anaku Bungku Pesisir).
Kedua program tersebut dikembangkan bersama pemerintah desa dan masyarakat di wilayah lingkar tambang Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Menurut Chrisma Virginia dari Sustainability Hengjaya Mineralindo, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program MALEO sendiri berfokus pada penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan kelembagaan desa.
“Melalui Program MALEO, kami berupaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya mengurangi tekanan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang berkelanjutan melalui penguatan partisipasi warga, ekonomi sirkular, serta tata kelola desa yang lebih mandiri,” ujar Chrisma Virginia, dikutip Ahad (20/9/2026).
IntechSEA merupakan platform penghargaan nasional yang menghubungkan inovasi teknologi dengan manfaat sosial dan lingkungan.
Mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”, ajang ini mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pemanfaatan inovasi dalam mendukung keberlanjutan.
Sementara itu, La Ode Al Fitrah Hidayat, CSR Superintendent Hengjaya Mineralindo, menjelaskan bahwa perusahaan juga terus memperkuat investasi sosial di bidang pendidikan melalui Program KUAS PESISIR yang berfokus pada penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini di wilayah pesisir Morowali.
“Kami percaya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Melalui Program KUAS PESISIR, kami berupaya membangun ekosistem PAUD yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan agar setiap anak memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan,” kata La Ode Al Fitrah Hidayat.
Melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, kedua program tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Menutup keterangannya, Chrisma Virginia menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung upaya perusahaan dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui kolaborasi dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” tutupnya.



